Kesenian Jaranan Dor Malang

Seni pertunjukan tradisional adalah seni yang hidup dan berkembang dalam suatu daerah berdasarkan kesepakatan antar masyarakat pendukungnya yang terjadi secara turun temurun. Seni pertunjukan tradisional Pada umumnya memiliki ciri yang tetap pada bentuk seninya yang menjadikan ciri khas dalam pertunjukkannya. Pada saat ini pengembangan seni pertunjukkan tradisional sudah dipengaruhi oleh masuknya budaya modern yang memberikan pengaruh pada berbagai unsur pendukung seninya. Diantara unsur tersebut adalah bentuk pemanggungan, gerak tari, iringan, rias ,dan busana.

Melihat kenyataan akan kecanggihan teknologi dan perkembangan budaya masyarakat, maka perhatian terhadap seni pertunjukkan tradisional perlu ditingkatkan. Salah satu bentuk pelestarian terhadap seni pertunjukan tradisional adalah melalui pengidentifikasian dan pengkajian seni. Salah satu jenis seni pertunjukan tradisional yang sangat dikenal oleh masyarakat adalah kesenian jaranan. Kesenian jaranan khusunya di Jawa Timur, terdapat di hamper seluruh daerah. Salah satunya jaranan dor dari Malang. 

Seni pertunjukkan jaranan atau biasa disebut juga dengan kesenian jaranan sudah ada sejak masa kerajaan atau sebelum kemerdekaan. Pada masa tersebut dikenal dua bentuk seni pertunjukkan yaitu seni pertunjukan istana atau court performing arts dan seni pertunjukan  rakyat yang disebut fallo performing art (Soedarsono, 2002: 3). Seni pertunjukkan istana adalah seni yang hidup, tumbuh dan berkembang dikalangan istana, sedangkan seni pertunjukkan rakyat adalah seni pertunjukkan yang berkembang dikalangan rakyat diantara seni tersebut adalah Jaran Kepang atau Jaranan (Pigeud, 1938).

Ditinjau arti katanya, Jaranan berasal dari kata Jaran atau kuda akhiran “an” menunjukkan bentuk tidak asli atau Jaran-jaranan (mainan). Dalam budaya Jawa, “jaran” merupakan binatang symbol kekuatan, lambing keperkasaan dan lambing kesetiaan. Ketika manusia menggunakan kuda sebagai tunggangan, maka manusia digambarkan sedang berjuang menempuh perjalanan  untuk mencapai tujuan hidupnya.

Seiring bertambahnya waktu, muncul Jaranan dor merupakan seni tari yang didalamnya terdapat rangkaian tari dengan memunculkan penokohan. Jaranan dor yang dalam pertunjukannya menampilkan karakter jaran, jejaplok (perwujudan singa) dan gondoruwo (perwujudan setan). Dalam masyarakat terdapat aturan tidak tertulis bahwa selama tokoh yang menjalankan ritual, tidak boleh ada yang bersiul keras. Karena akan membuat marah arwah yang merasuki si tokoh dan akan mengejar orang yang bersiul.

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=G75O_e-2xdg&feature=youtu.be

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *