Kepala Desa Gondowangi Menjadi Narasumber dalam Webinar Nasional

Pada Tanggal 31 Agustus 2020, Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema Prospek dan Tantangan Pengelolaan BUMDes di Era Disruption. Webinar yang dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, MS., menghadirkan para pakar yang sangat kompeten dalam bidang pengelolaan dan pengembangan BUMDes, antara lain: Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa Ditjen PPMD Kementerian Desa PDTT, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya dan Peneliti Senior Indef, Dosen Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian UB dan Wakil Ketua Asosiasi Akademisi Desa dan BUMDes (AADB), Kepala Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Melalui webinar ini, para pakar menjelaskan tentang berbagai hal yang terkait dengan pengelolaan dan pengembangan BUMDes, baik dari sisi filosofis maupun sisi praktis. Dikarenakan pemateri adalah para pakar dibidang BUMDes, maka dengan waktu yang disediakan oleh panitia nampaknya tidak cukup untuk membedah BUMDes.

Kepala Desa Gondowangi, Danis Setya Nugraha,  yang mendapatkan bagian terakhir sebagai pembicara, pertama tama menyampaikan terima kasih kepada Panitia Webinar yang telah mengapresiasi semua jerih payah Masyarakat Desa Gondowangi dalam mengantisipasi dampak pandemic, khususnya di bidang perekonomian melalui peningkatan peran BUMDes Gondowangi. Selanjutnya Danis menguraikan tentang bagaimana upaya-upaya desa Gondowangi dalam mengembangkan BUMDes dengan mengambil tema: Bergerak Bersama dalam Kerja yang Nyata untuk Gondowangi yang Berbudaya, Akuntable, Inovatif, Transparan, Maju dan Mandiri yang Bermental Baja. Pemaparan diawali dengan penyampaian profil Desa Gondowangi yang meliputi atas luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah dusun, luas lahan pertanian sawah dan luas lahan pemukiman. Selanjutnya Danis menguraikan tentang perjalanan BUMDes desa Gondowangi. Danis mengatakan bahwa andalan utama dari BUMDes Gondowangi adalah produksi beras, dimana proses produksi dari mulai penerimaan gabah hingga packing dan penjualan dilakukan dalam satu gedung yang diberinama lumbung Desa Gondowangi. Lebih lanjut Danis mengatakan bahwa pada awalnya baik masyarakat maupun Pemerintah Desa belum merasakan impact langsung dari pandemic terlebih lagi penjualan produk dari BUMDes masih lancar. Akan tetapi, seiring dengan beredarnya berbagai informasi baik melalui social media maupun berita-berita  melalui media cetak dan elektronik, kepanikan di masyarakat mulai muncul. Kepanikan yang lebih terasa adalah di kalangan masyarakat golongan menengah ke atas. Kepanikan ini berdampak pada terjadinya kelangkaan supply chain, akibat dari  masyarakat menimbun sendiri dan tentunya produksipun mulai terganggu dalam hal ini terjadi penurunan.

Menghadapi kepanikan masyarakat, Pemerintah Desa segera mengambil langkah-langkah antisipasi agar kepanikan ini tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengadakan konsolidasi pada tiap level masyarakat dalam rangka penguatan konsep berfikir masyarakat dalam menghadapi pandemic. Untuk keperluan hal ini Pemerintahan Desa langsung mengambil alih system informasi tentang wabah, agar keluar satu pintu sehingga dapat mengurangi kepanikan masyarakat.

Pada bagian lainnya, Danis menguraikan tentang peningkatan ekonomi lokal pada masa pandemic juga menjadi salah satu fokus perhatian pemerintahan Desa Gondowangi. Untuk hal ini Danis menyatakan bahwa Desa Gondowangi mengambil suatu resiko dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan sumber dana APBDES secara inklusif dalam bentuk pengecoran jalan sepanjang sekitar 850 meter dengan cara padat karya. Tidak hanya bidang ekonomi yang jadi perhatian pemerintahan Desa, bidang budaya pun tetap diperhatikan dan diperkuat sehingga semua masyarkat tetap memegang teguh budaya yang berlaku dan berkembang di Desa Gondowangi. Keamanan dan kenyamanan masyarakat di masa pademi menjadi suatu issu yang sangat mengkhawatirkan masyarakat. Oleh karena ini Pemerintah Desa Gondowangi segera hadir untuk memberikan jaminan kepada masyarakat. Koordinasi dengan para Ketua RT, Ketua RW dan tokoh-okoh masyarakat terus ditingkatkan sehingga kami bersyukur kemanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat terjamin dengan baik. Berbagai permasalahan baik yang rutin ataupun pengaruh pandemic terus senantiasa muncul, namun demikian dengan mengedepankan pemeliharaan kerukunan warga masyarakat desa akhirnya Masyarakat Desa Gondowangi berhasil melaluinya sehingga perdamaian dapat terpelihara, konflik dapat segera tertangani. Hal ini kami lakukan dengan cara mediasi di desa dan dengan kominukasi terpusat. Bentuk real yang dilakukan dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga masyarakat Desa Gondowangi adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan warga yang bersifat gotong royong.

Pada bagian akhir presentasinya, Danis menyimpulkan bahwa dimasa pandemic ini sangat dibutuhkan untuk melakukan penguatan ekonomi politik, social dan budaya lokal desa, pembangunan infrastruktur secara padatkarya. Adapun yang terkait dengan BUMDes yang sangat diperlukan adalah upaya untuk meningkatkan pemasaran melalui pembentukan kawasan. Sementara ini BUMDes Gondowangi sudah melakukan pembentukan kawasan dengan penyaluran beras produksi BUMDes ke Kota dan Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo. Menggerakkan pemuda desa Gondowangi menjadi salah satu model yang sedang dikembangkan di BUMDes Gondowangi khususnya dan komunitas layanan terpadu pada umumnya. Agar hasil pertanian masyarakat Desa Gondowangi tetap menjadi pilihan masyarakat kawasan, maka pemerintah Desa Gondowangi sedang melakukan kegiatan intensifikasi dan komunikasi budaya pertanian asli dan kuno dengan tujuan untuk menjaga basis konsumen di kawasan Kecamatan. Kelancaran supply chain dikendalikan oleh lumbung desa dengan cara mengatur ritme distribusi sedemikian sehingga para pemilik lahan padi tidak menimbun hasil panennya.    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *