Gondowangi Potensial Dongkrak Desa Pariwisata

Potensi budaya maupun kegiatan kesenian tahunan di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, telah terbukti mencuri perhatian masyarakat luar sampai mancanegara. 

Selain menonjolkan akar sejarah yang masih hidup sampai saat ini, berbagai kreativitas masyarakatnya menciptakan kreasi kesenian dalam pagelaran, misal, Festival Kampung Dilem yang kekinian. Menjadi potensi luar biasa apabila bisa bersinergi secara maksimal dengan kepentingan pariwisata yang didorong Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Malang. 

Sayangnya, sinergitas tersebut belum berjalan secara maksimal. Khususnya bagi masyarakat Gondowangi. Dimana peran Pemkab Malang belum secara optimal mendongkrak berbagai potensi yang ada dan hidup berkembang dari berbagai kreasi masyarakat itu sendiri. 

Padahal, kata Redy Eko Prastyo penggiat dan pelaku seni Malang, sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dalam konteks kebudayaan sebagai landasan utama dalam menggerakkan spirit masyarakat desa, menjadi hal tak terhindarkan. 

“Sinergitas penting agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Contohnya di Desa Gondowangi, Wagir. Pemerintah desa aktif dan bersinergi dengan masyarakatnya dalam melestarikan dan mengembangkan spirit kebudayaan yang hidup,” kata Redy kepada MalangTIMES,  \Rabu (5/9/2018). 

Bagi Redy sinergitas yang diumpamakan sebagai siklus lingkaran dari unsur konsensus, keterpaduan, kelembagaan, komunitas dan keberlanjutan. Tidak bisa berjalan maksimal, kalau satu sama lainnya berjalan sendiri-sendiri. 

Di konteks potensi Gondowangi, Denis Setyo Budi Nugroho Kepala Desa Gondowangi, Wagir, menyampaikan, bahwa sinergitas antara masyarakatnya dengan pemerintah desa sudah berjalan dan saling mengisi. Sedangkan, untuk di tingkat yang lebih atas, masih belum berjalan secara maksimal sampai saat ini. 

Banyak hal yang tidak diketahui oleh Denis mengenai hal tersebut. “Kalau sebatas undangan kegiatan biasanya masih berjalan hubungan antara kami. Tapi sampai ke ranah yang lebih dalam, misal sinkronisasi program masih belum,” ucapnya kepada MalangTIMES. 

Padahal, lanjut Denis, potensi di wilayahnya sangat besar dan banyak yang bisa disinergikan dengan Pemkab Malang. 

“Even desa yang notabene dikerjakan masyarakat sendiri bisa dimapping untuk kepentingan pariwisata Malang sebagai alternatif bagus dari keberadaan sektor pariwisata lainnya. Ini apabila pemangku kepentingan di atas desa serius,” imbuhnya. 

Tanpa menegasikan yang lainnya, Gondowangi dengan segala potensi budaya dan keseniannya, lebih mencuri perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) maupun warga mancanegara.  

Denis mencontohkan dalam proses membukukan wayang krucil sebagai warisan budaya turun temurun yang masih terpelihara di wilayahnya sampai sekarang. Pihaknya berusaha sendiri sampai akhirnya pihak Kemendes PDTT masuk dalam produksi buku tersebut. 

“Kemendes malah yang lebih banyak masuk ke kami, mas,” ucap Denis. 

Pihaknya juga menyadari, dengan luasnya wilayah Kabupaten Malang serta banyaknya potensi yang bisa dipadukan dalam kepentingan pariwisata, dimungkinkan Pemkab Malang memang belum bisa secara optimal memberikan bimbingan atau pengayoman kepada seluruh desa yang ada. 

“Di Gondowangi kita bergerak karena eman dengan potensi besar yang ada di masyarakat. Jadinya kita terus melangkah dengan memanfaatkan sinergi yang ada dengan berbagai komunitas di Malang Raya,” pungkas Denis. 

sumber : https://malangtimes.com/baca/31019/20180905/193100/gondowangi-potensial-dongkrak-desa-pariwisata-pegiat-seni-ini-berharap-pemkab-malang-bersinergi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *